Kamis, 31 Januari 2013

Berpegang Teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah

Sebagai orang yang mengaku beragam Islam, wajib atas kita berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah Nabi. Karena hanya 2 hal tersebut yang diwariskan nabi kita Muhammad  SAW kepada kita semua sebagai umat Islam. Kalau kita berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah Nabi dijamin tidak akan pernah sesat.

Sabda Rasulullah saw: "Aku meninggalkan kalian dua hal. Jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu Kitab Alloh dan Sunnah NabiNya" (Hadits Riwayat Malik)

Dari hadits di atas sudah jelas bahwa Nabi Muhammad SAW sudah memberikan batasan yang jelas dalam menjalankan perintah Allah SWT dan dalam menjauhi larangan-Nya. Batasan-batasan dalam hal ibadah maupun dalam kehidupan bermasyarakat sudah pasti. Untuk hal ibadah harus ada tuntunannya dalam Al Qur'an ataupun Sunnah Nabi. Ibadah jika tanpa didasari ilmu agama yang berdasar pada Al Qur'an dan Sunnah Nabi akan tertolak bahkan termasuk bentuk kesesatan. Ibadah yang tidak didasari ilmu agama yang berdasar pada Al Qur'an dan Sunnah Nabi ini maksudnya adalah suatu ibadah baru yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat-sahabatnya. Sebaik-baik ibadah adalah ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah, sedangkan kita yang membuat-buat ibadah baru atau melakukan ibadah-ibadah yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah  berarti kita menganggap apa yang dicontohkan oleh Rasulullah tersebut kurang sempurna dan kita merasa lebih pandai dari beliau. Sedangkan untuk urusan duniawai dalam kehidupan bermasyarakat nabi kita menyerahkan pada umatnya karena untuk urusan duniawi ini akan terus berubah sesuai perkembangan jaman. Jadi semua urusan duniawi boleh dilakukan selama tidak ada larangannya dalam Al Qur'an maupun dalam Sunnah Nabi.

"Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak." (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Dari Jabir bin Abdillah berkata : Jika Rasulullah berkhutbah maka merahlah kedua mata beliau dan suara beliau tinggi serta keras kemarahan (emosi) beliau, seakan-akan beliau sedang memperingatkan pasukan perang seraya berkata "Waspadalah terhadap musuh yang akan menyerang kalian di pagi hari, waspadalah kalian terhadap musuh yang akan menyerang kalian di sore hari !". Beliau berkata, "Aku telah diutus dan antara aku dan hari kiamat seperti dua jari jemari ini", Nabi menggandengkan antara dua jari beliau yaitu jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau berkata : "Kemudian daripada itu, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Al-Qur'an dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang baru dan semua bid'ah adalah kesesatan"
(HR Muslim no. 2042)

"Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran  dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". [QS. An-Nisaa' : 170)

Dalam berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah ini seringkali kita mendapat banyak tentangan dari masyarakat, tapi anehnya yang menentang juga orang Islam sendiri. Padahal Tuhannya sama (Allah SWT), kitabnya sama (Al Qur'an), nabinya juga sama (Muhammad SAW) tapi kalau ada yang mengamalkan hasil kaji dari Al Qur'an dan Sunnah Nabi justru banyak dimusuhi masyarakat. Banyak sekali di berbagai daerah kalau ada pengajian yang mengajarkan Al Qur'an dan Sunah seringkali didemo dan dibubarkan oleh orang Islam sendiri dengan alasan tidak sesuai dengan tradisi mereka. Karena tidak sesuai dengan tradisi mereka itu lalu dianggapnya menghina dan melecehkan mereka.

Amalan ibadah sebaik apapun kalau tidak dituntunkan dalam Al Qur'an dan Sunnah Nabi harus kita tinggalkan, karena ibadah yang dianggap baik itu belum tentu benar. Benar itu bukan berdasar atas utak atik akal manusia, akan tetapi benar itu dari Allah SWT. Kalau kita mengaku orang Islam, dalam menanggapi tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam seharusnya tradisi tersebut yang harus mengikuti ajaran Islam, bukan sebaliknya, ajaran Islam yang harus disesuaikan dengan tradisi nenek moyangnya. Bahkan banyak tradisi-tradisi yang dikemas seolah-olah itu dari ajaran Islam dan dilakukan secara turun temurun. Hal ini bukan baru sekarang, sejak masa Nabi Muhammad SAW pun sudah demikian, seperti yang difirmankan Allah SWT berikut ini :

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang telah Diturunkan Allah," mereka menjawab, "(Tidak!) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya)." Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk. [Q.S. Al-Baqarah : 170]

"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (115)

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)". (116)

"Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk". (117) [QS. Al-An'aam : 115-117]

Berpegang Teguh Pada Al-Qur'an dan Sunnah di Tengah Kerusakan Ummat
Di tengah-tengah kerusakan ummat ini kita harus selalu membentengi diri dengan tetap berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah. Kerusakan ummat di negeri kita tidak hanya dialami oleh kalangan tertentu saja tapi di berbagai kalangan masyarakat bisa terjangkit berbagai penyakit, bukan penyakit fisik, tetapi moralnya yang sakit. Terbukti dengan korupsi yang semakin merajalela, tindakan-tindakan kriminal hampir setiap hari bisa kita saksikan di televisi-televisi maupun di media-media cetak, perzinaan yang semakin terang-terangan bahkan perzinaan ini dilegalkan dengan pemberian ijin terhadap lokalisasi. Bahkan yang lagi hangat-hangatnya, perzinaan ini didukung dengan adanya proyek pembagian kondom gratis. Untuk itu mari kita bentengi diri dan keluarga kita dengan tetap berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah Nabi.

"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". [QS. Al-Maaidah : 105]

Dari Abu Umayyah Asy-Sya'baniy, ia berkata : Saya pernah bertanya kepada Abu Tsa'labah Al-Khusyaniy, aku bertanya, "Hai Abu Tsa'labah, bagaimana pendapatmu tentang ayat ini ?". Abu Tsa'labah balik bertanya, "Ayat yang mana ?". Aku berkata, "Yaitu firman Allah Ta'aalaa "Yaa ayyuhalladziina aamanuu 'alaikum anfusakum laa yadlurrukum man dlolla idzahtadaitum" - Al-Maaidah : 105". Abu Tsa'labah berkata, "Demi Allah, sungguh kamu menanyakan sesuatu yang aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah SAW", beliau bersabda, "Tetapi hendaklah kalian amar ma'ruf dan nahi munkar, sehingga apabila kamu melihat kebakhilan ditha'ati, hawa nafsu diikuti, keduniaan telah mewarnai, dan orang bangga dengan pendapatnya, maka wajib atasmu (yakni menjaga dirimu), tinggalkanlah keumuman orang, karena akan datang di belakang kalian hari-hari yang shabar pada waktu itu seperti orang yang menggenggam bara api. Bagi orang yang melakukan (amar ma'ruf nahi munkar) di tengah-tengah mereka pada hari itu akan mendapat pahala lima puluh orang yang beramal seperti kalian". 'Abdullah bin Mubarak berkata : Dan menambahkan kepadaku selain 'Uqbah, ada yang bertanya, "Ya Rasulullah, apakah pahala lima puluh orang dari kami atau dari mereka ?". Beliau menjawab, "Pahala lima puluh orang dari kalian". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 323, no. 5051]

Dari Abu Umayyah Asy-Sya'baniy, ia berkata : Saya pernah bertanya kepada Abu Tsa'labah, aku bertanya, "Hai Abu Tsa'labah, bagaimana pendapatmu tentang ayat 'alaikum anfusakum ? - Al-Maaidah : 105". Ia berkata, "Demi Allah, sungguh kamu menanyakan sesuatu yang aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah SAW", beliau bersabda, "Tetapi hendaklah kalian amar ma'ruf dan nahi munkar, sehingga apabila kamu melihat kebakhilan ditha'ati, hawa nafsu diikuti, keduniaan telah mewarnai, dan orang bangga dengan pendapatnya, maka wajib atasmu (yakni menjaga dirimu), tinggalkanlah keumuman orang, karena akan datang di belakang kalian hari-hari keshabaran. Shabar pada waktu itu seperti orang yang menggenggam bara api. Bagi orang yang melakukan (amar ma'ruf nahi munkar) di tengah-tengah mereka pada hari itu akan mendapat pahala lima puluh orang yang beramal seperti dia". Perawi berkata : Dan menambahkan kepadaku selain dia, ia berkata, "Ya Rasulullah, apakah pahala lima puluh orang dari mereka ?". Beliau menjawab, "Pahala lima puluh orang dari kalian". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 123]

Dari Hudzaifah bin Yaman, ia berkata : Dahulu orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan, sedangkan saya bertanya kepada beliau tentang keburukan, karena khawatir kalau keburukan itu akan menimpa saya. Saya bertanya, "Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada di masa jahiliyah dan dalam keburukan, lalu Allah mendatangkan kebaikan ini kepada kami, maka apakah setelah kebaikan ini akan ada lagi keburukan ?". Nabi SAW menjawab, "Ya". Saya bertanya lagi, "Dan apakah setelah keburukan itu akan ada lagi kebaikan ?". Nabi SAW menjawab, "Ya". Dan padanya ada asap kelabu (percampuran yang baik dan yang buruk). Saya bertanya, "Apa itu yang dimaksud asap ?". Nabi SAW menjawab, "Ada suatu kaum yang memakai petunjuk bukan dengan petunjukku, kamu mengenal mereka dan mengingkarinya". Saya bertanya, "Apakah setelah kebaikan itu ada lagi keburukan ?". Nabi SAW menjawab, "Ya, yaitu orang-orang yang menyeru ke pintu-pintu Jahannam. Barangsiapa yang menyambut seruan mereka (mengikutinya), maka mereka akan melemparkannya ke Jahannam". Saya bertanya lagi, "Ya Rasulullah, terangkanlah sifat-sifat mereka kepada kami". Nabi SAW bersabda, "Mereka adalah orang-orang dari daging kulit kita sendiri, dan mereka berbicara dengan lisan kita". Saya bertanya lagi. "Lalu apa yang engkau perintahkan kepada saya jika saya mendapati yang demikian itu ?". Beliau bersabda, "Tetaplah kamu menetapi jama'ah muslimin dan imam mereka". Saya bertanya lagi, "Jika tidak ada jama'ah muslimin dan imam (lalu bagaimana) ?". Beliau bersabda, "Tinggalkanlah firqah-firqah itu semuanya, meskipun kamu harus menggigit akar-akar pohon sehingga mati menjemputmu, sedangkan kamu dalam keadaan demikian itu". [HR. Bukhari juz 4, hal. 178]

Dari Abu Sa'id Al-Khudriy, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Sungguh kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka memasuki lubang biawak, kalian tetap mengikutinya". Kami (shahabat) bertanya, "Ya Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nashrani ?". Beliau bersabda, "Lalu, siapa lagi ?". [HR. Bukhari juz 8, hal. 151]

Dari Abu Sa'id Al-Khudriy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka memasuki lubang biawak, kalian tetap mengikutinya". Kami (shahabat) bertanya, "Ya Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nashrani ". Beliau bersabda, "Lalu, siapa lagi ?". [HR. Muslim juz 4, hal. 2054]

Dari Tsauban, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Akan selalu ada segolongan dari ummatku yang menampakkan kebenaran. Tidak akan memudlaratkan kepada mereka orang yang menentangnya, sehingga Allah mendatangkan perintah-Nya, sedangkan mereka tetap demikian itu". [HR. Muslim juz 3, hal. 1523, no. 170]

Dari Mu'awiyah, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Selalu ada segolongan dari ummatku yang menegakkan perintah Allah, tidak akan memudlaratkan kepada mereka orang yang menentangnya atau menyelisihinya, sehingga datang keputusan Allah dan mereka tetap ada di tengah-tengah manusia". [HR. Muslim juz 3, hal. 1524, no. 174]

Dari 'Abdullah bin Mas'ud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Islam itu bermula asing, dan akan kembali asing sebagaimana semula, maka berbahagialah orang-orang yang asing". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 129, no. 2764]

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Islam itu bermula asing, dan akan kembali asing sebagaimana semula asing. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing". [HR Muslim juz 1, hal. 130]

Dari Sahl bin Sa'd As-Saa'idiy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Islam itu bermula asing, dan akan kembali asing, maka berbahagialah orang-orang yang asing". Para shahabat bertanya, "Siapakah orang yang asing itu ya Rasulullah ?". Beliau bersabda, "Yaitu orang-orang yang memperbaiki ketika manusia dalam keadaan rusak". [HR. Thabrani dalam Al-Kabir juz 6, hal. 164, no. 5867]



Peran Aktivasi Otak Tengah dalam Meningkatkan Prestasi Belajar

Pendidikan Agama Islam di Sekolah semestinya menjadi kontrol moral dan akhlaq. Faktanya, Pendidikan Agama Islam belum cukup efektif memberikan dampak bagi perbaikan moralitas masyarakat. Kondisi ini mengundang banyak kritik terkait berbagai hal menyangkut Pendidikan Islam; materi, kurikulum, dan metodologi maupun lainnya.


Di saat masyarakat mengalami krisis kepercayaan terhadap Mata Pelajaran PAI sebagai instrument kendali moral dan akhlaq, kini masyarakat diperkenalkan munculnya beberapa lembaga training yang menawarkan program metode belajar Aktivasi Otak tengah (AOT). Di antaranya adalah Mid-Brain Consultancy (MBC) Indonesia. Lembaga ini sangat gigih menjanjikan masyarakat bahwa dengan hanya dua hari, secara instan bisa merubah akhlaq atau karakter anak menjadi lebih baik.

Lebih dari itu, program ini menjanjikan peningkatan kecerdasan anak secara berlipat dari sebelumnya. Tawaran ini tentu sangat menggiurkan bagi orang tua siswa yang memiliki komitmen tinggi menyiapkan SDM anak secara maksimal. Walaupun harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk mengikuti program tersebut.

Berangkat dari latar belakang masalah tersebut, maka peneliti mengambil permasalahan tentang bagaimana metode aktivasi otak tengah yang diselenggarakan oleh Mid-Brain Consultancy (MBC) Indonesia, Bagaimana tingkat keberhasilan aktivasi otak tengah dalam meningkatkan prestasi belajar PAI, serta bagaimana dampak aktivasi otak tengah terhadap karakter anak-anak yang sudah teraktivasi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun metode pengumpulan datanya adalah: wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah dalam teknik analisis data meliputi, pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi

Menjadi Wanita Pengukir Sejarah

Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, Ia tak hanya menyuruh mereka untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan quwwah yang bermakna jiddiyah, kesungguhan-sungguhan, totalitas, mengerahkan segala daya dan upaya yang dimilikinya, baik ruhiyah, jasadiyah, maknawiyah.
Sebaik-baik bacaan adalah Al Qur’an. Sebaik-baik buku adalah sejarah. Dan sebaik-baik sejarah adalah sirah. Belajar sirah berarti menyebarluaskan Al Qur’an, karena dua pertiga bagian dari Al Qur’an berisi tentang kisah-kisah.
Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad. Merekalah sumber inspirasi, sumber motivasi dan sumber ilmu untuk belajar.
Khadijah bintu Khuwailid ra, istri Rasulullah saw sekaligus wanita pertama yang membenarkan pengangkatan Muhammad saw sebagai nabi dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Semenjak masa nubuwah, dia pulalah orang pertama yang shalat bersama Rasulullah saw dan ‘Ali bin Abi Thalib ra. Dukungan dan pertolongan Khadijah ra kepada Rasulullah saw dalam menghadapi kaumnya terus mengalir. Bahkan, setiap kali Rasulullah mendengar sesuatu yang tidak beliau sukai dari kaumnya, beliau menjumpai Khadijah ra. Lalu Khadijah pun menguatkan hati beliau, meringankan beban yang beliau rasakan dari manusia. Sejarah Khadijah adalah kegemilangan seorang muslimah mandiri, cerdas, istri terbaik, ibu terbaik, dan ketika dakwah turun, ia menjadi kontributor dakwah nomor satu.
Aisyah binti Abu Bakar ra, adalah cendekiawan nomor satu yang menjadi rujukan para sahabat setelah Rasul meninggal. Ia mereguk ilmu dari kehidupan dua manusia terbaik, Rasulullah Muhammad dan Abu Bakar. Wanita yang satu ini memang luar biasa. Bahkan, ia tak hanya cantik lahirnya, sopan tutur katanya, dan lembut perilakunya, tetapi juga dikenal sebagai wanita yang smart (cerdas) dan pandai sehingga menjadikannya termasuk al-mukatsirin (orang yang terbanyak meriwayatkan hadis).  Beliau telah meriwayatkan sebanyak 2210 hadits, 297 di antaranya tersebut dalam kitab shahihain dan yang mencapai derajat muttafaq `alaih 174 hadis.
Fatimah ra, istri Ali ra, putri kesayangan Rasulullah, mengisi seluruh lembaran hidupnya dengan bekerja keras.  Dalam satu waktu, Fatimah sanggup mengolah tepung dengan tangannya, sambil kakinya membuai Husain, mulutnya membaca Alquran, dan matanya menangis karena takut kepada Allah SWT.  Seandainya hidupnya lebih panjang, dan ada peluang untuk melakukan lebih banyak pekerjaan, niscaya akan dihadapinya dengan tegar dan ceria.
Zainab Binti Jahsyi, perajin kulit yang lebih menyukai uang hasil bekerjanya untuk sedeqah. Asma’ binti Abu Bakar, mengurus kebun dan kuda milik suaminya. Nusaibah binti Ka’ab, ahli pedang yang melindungi Rasul mati-matian di perang Uhud. Asma’ binti Jazid, jubir kaum muslimah yang menanyakan langsung “persepsi deskriminasi jihad” kepada Rasul.
Seharusnyalah kisah-kisah tersebut menjadi ibrah bagi kita dan semakin meneguhkan hati kita. Orang-orang yang beristiqomah di jalan Allah akan mendapatkan buah yang pasti berupa keteguhan hati. Bila kita tidak kunjung dapat menarik ibrah dan tidak semakin bertambah teguh, besar kemungkinannya ada yang salah dalam diri kita. Seringkali kurangnya jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dalam diri kita membuat kita mudah berkata hal-hal yang membatalkan keteladanan mereka atas diri kita. Misalnya: “Ah itu kan Nabi, kita bukan Nabi. Ah itu kan istri Nabi, kita kan bukan istri Nabi”. Padahal memang tanpa jiddiyah sulit bagi kita untuk menarik ibrah dari keteladanan para Nabi, Rasul dan pengikut-pengikutnya.
Contohlah generasi terbaik di masa lalu, engkau tidak akan kecewa. Hadirkan kepemimpinan, kecerdasan, dan kepribadian sholeh mereka pada diri kita kini dan disini, maka masyarakat akan menyaksikan Islam berjaya kembali. Begitulah kalimat yg pernah diucapkan ‘seorang’ Helen (orang spanyol pada masa Perang salib, yang terkagum-kagum pada kepemimpinan dan kepribadian sang panglima. Ia bersama sekitar 10 ribu orang kemudian memeluk Islam. Pasalnya, seluruh tawanan yang ditaklukan Shalahudin al-ayyubi dan pasukannya memperlakukan mereka dengan ‘sangat beradab’ tidak seperti yang digambarkan oleh opini ketika itu bahwa masyarakat Islam adalah bangsa Barbar yang kasar dan tidak beradab. Helen mencari-cari suami dan anaknya yang terpisah, kemudian Sang Panglima yang mempertemukan mereka padahal ketika itu suami Helen sebagai tawanan) di spanyol pada saat menyaksikan kemenangan Shalahudin al-ayyubi ” aku melihat Islam pada diri sang panglima”.
Dari kisah-kisah di atas, tampak bahwa wanita dengan segala kelebihannya mampu berperan penting dalam perjalanan dakwah di masa Rasulullah Saw. Bagaimana para shahabiyah hidup bersama Rasulullah, sehingga mereka termasuk orang-orang yang istimewa. Apapun itu, yang pasti, motivasi mereka adalah memberikan yang terbaik di hadapan Allah dan Rasul-Nya.
Lalu, mengapakah kita tidak mencontoh mereka? Lihatlah Sumayyah, darinya, kita belajar aqidah. Dari Maryam kita belajar bagaimana memelihara kehormatan diri. Saat ini Islam membutuhkan wanita-wanita yang memiliki semangat seperti Khadijah, ‘Aisyah, Fathimah, dan para shahabiyah lain untuk memperbaiki umat dan bangsa yang tengah meradang. Dan tentunya kita juga masih ingat sosok seorang almarhumah ibunda Yoyoh Yusroh, semasa hidupnya, beliau selalu mengejar amalan, sehingga tak heran ketika Allah memberikan anugerah kepada beliau berupa nikmatnya kematian.
Cerdaskan diri, ukir sejarah kehidupan yang baik. Semakin cerdas seorang ibu, semakin banyak yang diwariskan kepada anak. Kalimat-kalimat yang keluar dari mulut seorang ibu, akan menggerakkan anak, apalagi jika kalimat itu adalah kalimat yang penuh visi. Jadilah wanita pengukir sejarah di hadapan Allah.
Manusia adalah anak lingkungannya. Ia juga makhluk kebiasaan yang sangat terpengaruh oleh lingkungannya dan perubahan besar baru akan terjadi jika mereka mau berusaha.
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai mereka berusaha merubahnya sendiri”. (QS Ar Ra’du : 11)


Sarana-Sarana yang Berbahaya: Tidur Berlebihan dan Larut dalam Permainan dan Kebatilan


Di antara sarana pengisi waktu kosong ada yang memilki pengaruh negatif dan menghambat pendidikan diri. Di antara sarana tersebut adalah:
a. Tidur berlebihan
b. Larut dalam permainan dan kebatilan
Berikut ini saya sebutkan dampak kedua sarana tersebut terhadap pendidikan diri:
a. Tidur secara berlebihan
    Sebagian orang mengira bahwa tidur dan menambah posisi tidur merupakan bukti pemberian hak istirahat bagi diri sendiri, padahal tindakan ini justru membahayakan diri sendiri. Diantara bahayanya, tidur dapat membuat seseorang tidak melakukan banyak pekerjaan yang bermanfaat, dan memperkecil kesempitan pemanfaatan waktu kosong yang seyogianya digunakan untuk hal-hal yang memberinya manfaat dan kebaikan. Orang yang banyak tidur, pasti banyak merugi.
    Berbagai kajian dan penelitian menunjukkan pentingnya mempersedikit porsi tidur. Dr. Hamdi mengatakan “Para dokter berpendapat bahwa orang yang membatasi waktu tidurnya lebih energik dan lebih dari delapan jam! Hal itu karena orang yang suka tidur biasanya memiliki  sifat gelisah, introfert, terasing, cemas, cenderung impotent, rusak syaraf, bimbang, mudah terpengaruh oleh sebab yang paling sepele, dan pesimis. Sebagaimana mereka biasanya tidak menyikapi masalah pribadi mereka secara serius. Karena itu, mereka suka tidur dan seolah-olah mereka lari dari kehidupan, dan berbagai masalahnya.” Jadi, banyak tidur dianggap sebagai tindakan lari dari realitas. Padahal kehidupan ini hanyalah beberapa jam yang digunakan untuk menghadapi realitas ini, perjuangan melawan nafsu dan mengarahkannya kepada yang lebih baik. Hamdi juga mengatakan, “Sebagaimana berbagai kajian para peneliti membuktikan bahwa orang-orang yang tidur singkat lebih biasa merasakan tidur nyenyak daripada orang-orang yang tidur lebih banyak dari ukuran yang normal.. Jadi, banyak tidur itu tidak sehat, sedangkan tidur minimal itu dapat menjadi obat.”
    Karena itu, hendaknya setiap orang melakukan instrospeksi diri berkaitan dengan ukuran tidurnya. Masalahnya adalah pembiasan, sebagaimana jiwa cenderung kepada apa yang telah menjadi kebiasaanya. Di antara waktu yang dilalaikan banyak orang dan diisinya dengan tidur adalah waktu setelah shalat subuh. Itupun bila mereka tidak tidur sehingga meninggalkan shalat subuh, dan tidak bangun kecuali setelah matahari terbit. Waktu ini termasuk waktu yang diberkahi dimana rezki materi dan spiritual dibagikan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memotivasi kita untuk mencari ilmu dan rezki sejak dini, karena beliau mengetahui adanya kebaikan dan keberkahan pada waktu pagi. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Waktu pagi diberkahi bagi umatku.” (HR Thabrani).
    Sebagaimana sahabat agung Shakhar bin Wadalah al-Ghamidi meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau berdoa, “Ya Allah, berkahilah waktu pagi bagi umatku.” Ia berkata, “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus sebuah pasukan, maka beliau mereka di pagi hari.” Sahabat ini memetik manfaat dari hadits tersebut. Sebagai seorang pedagang, ia biasa mengirim dagangannya di pagi hari sehingga ia memperoleh banyak kekayaan. Karena pekerjaan di pagi hari dapat mendatangkan kebaikan, memperbanyak keuntungan, dan menambah kesempurnaan amal, maka usaha seseorang untuk tidak tidur pada waktu yang diberkahi itu membuatnya dapat memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat baginya dan ikut andil dalam mendidik dan membersihkan sirinya sendiri.

b. Larut dalam permainan dan kebatilan
    Di antara sarana yang berbahaya untuk mengisi waktu kosong dan menjauhkan dari pendidikan diri adalah larut dalam permainan dan kebatilan, khusunya terlalu mengikuti banyak mengikuti acara video, televisi, games. Ketiga sarana ini mudah, yaitu memikat para pemirsa dengan gambar-gambarnya yang menarik dan menggunakan teknik-teknik modern dalam penyiapan dan pelaksanannya. Meskipun demikian, program-program tersebut hanya memberi sedikit manfaat. Sayangnya, gambar-gambar televisi yang ditayangkan secara terus-menerus di hadapan pemirsanya itu menjadi batu sandungan bagi kemampuan kritisnya, sehingga gambar-gambar itu secara tidak sadar merasuki akalnya, dan menjadi hal-hal yang bisa diterima. Apabila seseorang secara terus-menerus dalam kondisi seperti ini, menerima setiap budaya dan tradisi yang disodorkan kepadanya, amka ia pada suatu hari akan kehilangan identitas dan kepribadiannya yang orisinil. Demikianlah, tampak bahwa televisi memiliki peran terbatas dalam pendidikan dan pengajaran. Marwan Kajak berkata, “ Bentuk pendidikan yang paling baik adalah pendidikan yang bersandar pada keterlibatan aktif..Sedangkan saat menonton televisi seseorang hanya menerima saja, tidak interaktif, dan tidak memungkinkannya melakukan sesuatu selain memfokuskan perhatian. Karena itu, informasi-informasi ini terus mengalir tetapi kita tidak berinteraksi sama sekali setelah itu. Kita tidak tahu dengan apa kita berinteraksi sama sekali setelah itu. Kita tidak tahu dengan apa kita berinteraksi. Dan ketika Anda menonton televisi, maka Anda telah melatih diri Anda untuk tidak berinteraksi, sedangkan dalam diri Anda berkembang aspek-aspek negatif.”
    Tidak itu saja, bahkan televisi dapat meruntuhkan dalam waktu singkat apa yang dijelaskan para pakar pendidikan guru selama bertahun-tahun. Dengan kata lain, televisi melakukan aktivitas pendidikan yang bertentangan dengan aktivitas-aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh masjid, sekolah, dan keluarga. Televisi, video dan games memiliki dampak negatif bagi jiwa manusia. Dampak-dampak ini terkadang tidak tampak secara langsung setelah selesai mengikuti program atau tayangan televisi, tetapi tampak setelah itu dalam jangka waktu yang lama. Marwan Kajak juga mengatakan, “Dipastikan bahwa dampak-dampak ini tidak datang secara langsung setelah informasi-informasi itu dituangkan ke dalam pikiran. Melainkan , ia muncul lama kemudian akibat penumpukan program-program lain yang mengakibatkan dampak-dampak yang bertumpuk, sehingga ia memainkan peran baru untuk memberi motivasi dari dalam  ke luar dalam bentuk perilaku gerak yang mengartikulasikan interaksi tak sadar, yang mengambil jalan masuk ke dalam jiwa dalam bentuk pemahaman-pemahaman yang menyatu dengan kepribadian sehingga menghasilkan sebagian ciri khas dan sasarannya.”
    Meskipun demikian, penulis berpandangan bahwa seandainya berbagai sarana informasi itu diarahkan, dan dimanfaatkan, kemudian berbagai program dan tayangannya diperbaiki sehingga sesuai dengan akidah, akhlak, dan nilai-nilai islami kita, asalkan tidak menyita seluruh waktu individu Muslim, maka banyak dampak negatifnya yang bisa dihilangkan, dan banyak yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang, termasuk pendidikan diri.

Pembangunan Industri, Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan Hidup

Memahami Masalah Lingkungan Dan Pencemaran Oleh Industri
Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup, karena permasalahannya yang bersamaan. Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. Ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi.
Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Teknologi yang dikembangkan dalam menunjang industri di Indonesia diharapkan akan menunjukan pertumbuhan ekonomi. Struktur suatu negara dapat dilihat dari berbagai sudut tinjauan. Dalam hal ini, struktur ekonomi dapat dilihat setidak-tidaknya berdasarkan empat sudut tinjauan, yaitu :
1. Tinjauan Makro-Sektoral
2. Tinjauan keruangan
3. Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan
4. Tinjauan birokrasi pengambil keputusan
Berdasarkan tinjauan Makro-sektoral sebuah perekonomian dapat berstruktur misalnya agraris, industrial, atau niaga tergantung pada sektor produksi apa yang manjadi tulang punggung perekonomian yang bersangkutan.
Berdasarkan tinjauan keruangan, perekonomian dapat dikatakan berstruktur. Tergantung pada wilayah tersebut dan teknologinya yang mewarnai kehidupan perekonomian itu.
Berdasarkan tinjauan penyelenggaraan kenegaraan, menjadi perekonomian yang etatis, egaliter, atau borjuis. Tergantung siapa atau kalangan mana yang manjadi peran utama dalam perekonomian yang bersangkutan. Bisa pula struktur ekonomi dapat dilihat berdasarkan tinjauan birokrasi pengambil keputusannya. Dengan sudut tinjauan ini, dapat dibedakan antara struktur yang sentralis dan destanslitis.
Sumber :
klikDOKTER.2008.Bahan logam berat dalam makanan.
http://www.klikdokter.com/healthnewstopics/read/2008/09/23/263/bahaya-logam-berat-dalam-makanan

Analisis Dampak Lingkungan

A.    PENGERTIAN AMDAL
Sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan, sebaiknya dilakukan terlebih dahulu studi tentang dampak lingkungan yang bakal timbul, baik dampak sekarang maupun dimasa yang akan datang. Studi ini disamping untuk mengetahui dampak yang akan timbul, juga mencarikan jalan keluar untuk mengatasi dampak tersebut. Studi inilah yang kita kenal dengan nama Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL).
Pengertian Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) menurut PP No. 27 Tahun 1999 Pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan kegiatan. Arti lain analisis dampak lingkungan hidup adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak dan jika ya, maka diberikan jalan alternatif pencegahannya.
B.    DAMPAK YANG DITIMBULKAN
Perlunya dilakukan studi AMDAL sebelum usaha dilakukan mengingat kegiatan-kegiatan investasi pada umumnya akan mengubah lingkungan hidup. Oleh karena itu, menjadi penting untuk memerhatikan komponen-komponen lingkungan hidup sebelum investasi dilakukan.
Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya, antara lain:
1.    Hutan lindung, hutan konservasi, dan cagar biosfer.
2.    Sumber daya manusia.
3.    Keanekaragaman hayati.
4.    Kualitas udara.
5.    Warisan alam dan warisan udara.
6.    Kenyamanan lingkungan hidup.
7.    Nilai-nilai budaya yang berorientasi selaras dengan lingkungan hidup.
Kemudian, komponen lingkungan hidup yang akan berubah secara mendasar dan penting bagi masyarakat disekitar suatu rencana usaha dan/atau kegiatan, seperti antara lain:
1.    Kepemilikan dan penguasaan lahan
2.    Kesempatan kerja dan usaha
3.    Taraf hidup masyarakat
4.    Kesehatan masyarakat
Berikut ini dampak negatif yang mungkin akan timbul, jika tidak dilakukan AMDAL secara baik dan benar adalah sebagai berikut:
1.    Terhadap tanah dan kehutanan
a.    Menjadi tidak subur atau tandus.
b.    Berkurang jumlahnya.
c.    Terjadi erosi atau bahkan banjir.
d.    Tailing bekas pembuangan hasil pertambangan akan merusak aliran sungai berikut hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya.
e.    Pembabatan hutan yang tidak terencana akan merusak hutan sebagai sumber resapan air.
f.    Punahnya keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna, akibat rusaknya hutan alam yang terkena dampak dengan adanya proyek/usaha.
2.    Terhadap air
a.    Mengubah warna  sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan sehari-hari.
b.    Berubah rasa sehingga berbahaya untuk diminum karena mungkin mengandung zat-zat yang berbahaya.
c.    Berbau busuk atau menyengat.
d.    Mengering sehingga air disekitar lokasi menjadi berkurang.
e.    Matinya binatang air dan tanaman disekitar lokasi akibat dari air yang berubah warna dan rasa.
f.    Menimbulkan berbagai penyakit akibat pencemaran terhadap air bila dikonsumsi untuk keperluan sehari-hari.
3.    Terhadap udara
a.    Udara disekitar lokasi menjadi berdebu
b.    Dapat menimbulkan radiasi-radiasi yang tidak dapat dilihat oleh mata seperti proyek bahan kimia.
c.    Dapat menimbulkan suara bising apabila ada proyek perbengkelan.
d.    Menimbulkan aroma tidak sedap apabila ada usaha peternakan atau industri makanan.
e.    Dapat menimbulkan suhu udara menjadi panas, akibat daripada keluaran industri tertentu.
4.    a.    Akan menimbulkan berbagai penyakit terhadap karyawan dan masyarakat sekitar.
b. Berubahnya budaya dan perilaku masyarakat sekitar lokasi akibat berubahnya    struktur penduduk.
c. Rusaknya adat istiadat masyarakat setempat, seiring dengan perubahan perkembangan didaerah tersebut.
Alternatif penyelesaian yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak diatas adalah sebagai berikut:
1.    Terhadap tanah
a.    Melakukan rehabilitasi.
b.    Melakukan pengurukan atau penimbunan terhadap berbagai penggalian yang menyebabkan tanah menjadi berlubang.
2.    Terhadap air
a.    Memasang filter/saringan air.
b.    Memberikan semacam obat untuk menetralisir air yang tercemar.
c.  Membuat saluran pembuangan yang teratur ke daerah tertentu.
3.    Terhadap udara
a.    Memasang alat kedap suara untuk mencegah suara bising.
b.    Memasang saringan udara untuk menghindari asap dan debu.
4.    Terhadap karyawan
a.    Menggunakan peralatan pengaman.
b.    Diberikan asuransi jiwa dan kesehatan kepada setiap pekerja
c.    Menyediakan tempat kesehatan untuk pegawai perusahaan yang terlibat.
5.    Terhadap masyarakat sekitar
a.    Menyediakan tempat kesehatan secara gratis kepada masyarakat.
b.    Memindahkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman.
C.    TUJUAN DAN KEGUNAAN STUDI AMDAL
Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam rangka mencapai tujuan studi AMDAL:
1.    Mengidentifikasi semua rencana usaha yang akan dilaksanakan
2.    Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting.
3.    Memperkirakan dan mengevaluasi rencana usaha yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.
4.    Merumuskan RKL dan RPL.
Kegunaan dilaksanakannya studi AMDAL:
1.    Sebagai bahan bagi perencana dan pengelola usaha dan pembangunan wilayah.
2.    Membantu proses pengambilan.
3.    Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari rencana usaha.
4.    Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dari rencana usaha.
5.    Memberi informasi kepada masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha.
D.    RONA LINGKUNGAN HIDUP
Rona lingkungan hidup pada umumnya sangat beranekaragam dalam bentuk, ukuran, tujuan, dan sasaran. Rona lingkungan hidup juga berbeda menurut letak geografi, keanekaragaman faktor lingkungan hidup, dan pengaruh manusia. Karena itu kemungkinan timbulnya dampak lingkungan hidup pun berbeda-beda sesuai dengan rona lingkungan yang ada.
Hal-hal yang perlu dicermati dalam rona lingkungan hidup adalah:
1.    Wilayah studi rencana usaha.
2.    Kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai SDA yang ada di wilayah studi rencana usaha.
Berikut ini beberapa contoh komponen lingkungan hidup yang bisa dipilih untuk ditelaah sesuai hasil pelingkupan dalam KA-AMDAL:
Fisik Kimia
Komponen fisik kimia yang penting untuk ditelaah diantaranya:
1.    Iklim, kualitas udara, dan kebisingan
a.    Komponen iklim meliputi tipe iklim, suhu, kelembaban curah hujan dan jumlah air hujan, keadaan angin, serta intensitas radiasi matahari.
b.    Data periodik bencana, seperti sering terjadi angin ribut, banjir bandang diwilayah studi rencana usaha.
c.    Data yang tersedia dari stasiun meteorologi dan geofisika yang mewakili wilayah studi tersebut.
d.    Pola iklim mikro pola penyebaran bahan pencemar udara secara umum maupun pada kondisi cuaca buruk.
e.    Kualitas udara baik pada sumber  maupun daerah sekitar wilayah studi rencana usaha.
f.    Sumber kebisingan dan getaran, tingkat kebisingan serta periode kejadiannya.
2.    Fisiografis
a.    Topografi bentuk lahan (morfologi) struktur geologi dan jenis tanah.
b.    Indikator lingkungan hidup yang berhubungan dengan stabilitas tanah.
c.    Keunikan, keistimewaan, dan kerawanan bentuk-bentuk lahan dan bantuan secara geologis.
3.    Hidrologi
a.    Karakteristik fisik sungai, danau, dan rawa.
b.    Rata-rata debit dekade, bulan, tahunan, atau lainnya.
c.    Kadar sedimentasi (lumpur) tingkat erosi.
d.    Kondisi fisik daerah resapan air, permukaan dan air tanah.
e.    Fluktuasi, potensi, dan kualitas air tanah.
f.    Tingkat penyediaan dan kebutuhan pemanfaatan air untuk keperluan sehari-hari dan industri.
g.    Kualitas fisik kimia dam mikrobiologi air mengacu pada mutu dan parameter kualitas air yang terkait dengan limbah yang akan keluar.
4.    Hidrooseanografi
Pola hidrodinamika kelautan seperti:
a.    Pasang surut
b.    Arus dan gelombang
c.    Morfologi pantai
d.    Abrasi dan akresi serta pola sedimentasi yang terjadi secara alami di daerah penelitian.
5.    Ruang, lahan, dan tanah
a.    Inventarisasi tata guna lahan dan sumber daya lainnya pada saat rencana usaha yang diajukan dan kemungkinan potensi pengembangan dimasa datang.
b.    Rencana tata guna tanah dan SDA lainnya yang secara resmi atau belum resmi disusun oleh pemerintah setempat.
c.    Kemungkinan adanya konflik yang timbul antara rencana tata guna tanah dan SDA lainnya yang sekarang berlaku dengan adanya pemilikan atau penentuan lokasi bagi rencana usaha.
d.    Inventarisasi estetika dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada diwilayah studi rencana usaha.

Perlindungan Masyarakat sekitar Perusahaan Industri

Masyarakat sekitar suatu perusahaan industri harus dilindungi dari pengaruh-pengaruh buruk yang mungkin ditimbulkan oleh industrialisasi dari kemungkinan pengotoran udara, air, makanan, tempat sekitar dan lain sebagainya yang mungkin dapat tercemari oleh limbah perusahaan industri.
Semua perusahaan industri harus memperhatikan kemungkinan adanya pencemaran lingkungan dimana segala macam hasil buangan sebelum dibuang harus betul-betul bebas dari bahan yang bisa meracuni.
Untuk maksud tersebut, sebelum bahan-bahan tadi keluar dari suatu industri harus diolah dahulu melalui proses pengolahan. Cara pengolahan ini tergantung dari bahan apa yang dikeluarkan. Bila gas atau uap beracun bisa dengan cara pembakaran atau dengan cara pencucian melalui peroses kimia sehingga uadara/uap yang keluar bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Untuk udara atau air buangan yang mengandung partikel/bahan-bahan beracun, bisa dengan cara pengendapan, penyaringan atau secara reaksi kimia sehingga bahan yang keluar tersebut menjadi bebas dari bahan-bahan yang berbahaya.
Pemilihan cara ini pada umunya didasarkan atas faktor-faktor
a)    Bahaya tidaknya bahan-bahan buangan tersebut
b)    Besarnya biaya agar secara ekonomi tidak merugikan
c)    Derajat efektifnya cara yang dipakai
d)    Kondisi lingkungan setempat
Selain oleh bahan bahan buangan, masyarakat juga harus terlindungi dari bahaya-bahaya oleh karena produk-produknya sendiri dari suatu industri. Dalam hal ini pihak konsumen harus terhindar dari kemungkinan keracunan atau terkenanya penyakit dari hasil-hasil produksi. Karena itu sebelum dikeluarkan dari perusahaan produk-produk ini perlu pengujian telebih dahulu secara seksama dan teliti apakah tidak akan merugikan masyarakat.
Perlindungan masyarakat dari bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh produk-produk industi adalah tugas wewenang Departeman Perindustrian, PUTL, Kesehatan dan lain-lain. Dalam hal ini Lembaga Konsumen Nasional akan sangat membantu masyarakat dari bahaya-bahaya ketidakbaikan hasil-hasil produk khususnya bagi para konsumen umumnya bagi kepentingan masyarakat secara luas.
Berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman sebagai berikut,
  • sembrono dan tidak hati-hati
  • tidak mematuhi peraturan
  • tidak mengikuti standar prosedur kerja.
  • tidak memakai alat pelindung diri
  • kondisi badan yang lemah
Persentase penyebab kecelakaan kerja yaitu 3% dikarenakan sebab yang tidak bisa dihindarkan (seperti bencana alam), selain itu 24% dikarenakan lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat dan 73% dikarenakan perilaku yang tidak aman. Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas.
Sebab-Sebab terjadinya Kecelakaan
Ada dua sebab utama terjadinya suatu kecelakaan.
  1. tindakan yang tidak aman
  2. kondisi kerja yang tidak aman Suatu
Orang yang mendapat kecelakaan luka-luka sering kali disebabkan oleh orang lain atau karena tindakannya sendiri yang tidak menunjang keamanan kecelakaan sering terjadi yang diakibatkan oleh lebih dari satu sebab. Kecelakaan dapat dicegah dengan menghilangkan hal – hal yang menyebabkan kecelakan
Beberapa contoh tindakan yang tidak aman:
a)    Memakai peralatan tanpa menerima pelatihan yang tepat
b)    Memakai alat atau peralatan dengan cara yang salah
c)    Tanpa memakai perlengkapan alat pelindung, seperti kacamata pengaman, sarung tangan atau pelindung kepala
d)    Bersendang gurau, tidak konsentrasi, bermain-main dengan teman sekerja atau alat perlengkapan lainnya.
e)    sikap tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan dan membawa barang berbahaya di tenpat kerja
f)     Membuat gangguan atau mencegah orang lain dari pekerjaannya atau mengizinkan orang lain mengambil alih pekerjaannya, padahal orang tersebut belum mengetahui pekerjaan tersebut.
power point :http://n2.slideserve.com/player.swf?moviePath=http://n2.slideserve.com/video/199109.swf&autostart=true&showfsbutton=true

Kesimpulan: 
 
Sudah seharusnya perusahaan industri memperhatikan kemungkinan adanya pencemaran lingkunganmaka pihak industry wajib untuk melindungi Masyarakat sekitar suatu perusahaan industri dari pengaruh-pengaruh buruk yang mungkin ditimbulkan oleh industrialisasi dari kemungkinan pengotoran udara, air, makanan, tempat sekitar dan lain sebagainya yang mungkin dapat tercemari oleh limbah perusahaan industry, serta menjaga hasil poduknya yang maksudnya sebelum bahan-bahan tadi keluar dari suatu industri harus diolah dahulu melalui proses pengolahan
Contoh tindakan yang dapat digunakan Bila gas atau uap beracun bisa dengan cara pembakaran atau dengan cara pencucian melalui peroses kimia sehingga uadara/uap yang keluar bebas dari bahan-bahan yang berbahaya, sedangkan Untuk udara atau air buangan yang mengandung partikel/bahan-bahan beracun, bisa dengan cara pengendapan, penyaringan atau secara reaksi kimia. Ini semua tergantung oleh factor – faktornya, seperti Bahaya tidaknya bahan-bahan buangan tersebut, Besarnya biaya agar secara ekonomi tidak merugikan, Derajat efektifnya cara yang dipakai, dan Kondisi lingkungan setempat Sebenarnya perlindungan masyarak terhadap industry telah diatur atau dijaga oleh wewenang Departeman Perindustrian, PUTL, Kesehatan dan lain-lainuntuk bidang produk-produk industi