Kamis, 11 April 2013

MANUSIA DAN PENDERITAAN



1. Definisi Penderitaan

Menurut saya penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Penderitaan itu ada tiga macam yaitu penderitaan yang dialami secara lahir (fisik), penderitaan yang dialami secara batin (mental/ psikologis), dan yang ketiga gabungan dari penderitaan lahir dan penderitaan batin (fisik dan psikologis). Tentu saja penderitaan tidak akan mucul jika tidak ada yang menyebabkannya untuk muncul. Disini saya akan lebih membahas tentang sebab – sebab munculnya sebuah penderitaan.

2. Sebab – sebab munculnya penderitaan 

Jika Diklasifikasikan berdasarkan sebab – sebab munculnya penderitaan manusia itu ada dua, yang pertama yaitu Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia, dan yang kedua Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab tuhan.

A. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia

Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesame manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut dengan nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Allah SWT berfirman, Aku tidak akan pernah merubah nasib hambaku, melainkan Hambaku sendirilah yang merubahnya. Sudah jelas Tuhan tidak akan mengubah nasib hambanya, karena atas usaha hambanya sendirilah yang bias mengubah nasibnya itu. Adapun perbedaan antara nasib buruk dan takdir, kalau takdir Tuhan yang menjadi penentunya sedangkan nasib buruk itu manusia lah penyebabnya.

Karena Perbuatan buruk antara sesama manusia menyebabkan menderitanya manusia yang lain, contohnya :


Pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap, dan disiksa oleh majikannya, sudah pantas jika majikannya yang biadab itu diganjar dengan hukuman penjara oleh pengadilan negeri Surabaya supaya perbuatannya itu dapat diperbaiki sekaligus merasakan penderitaan yang telah ia berikan kepada orang lain. Sedangkan pembantu yang telah menderita itu dipulihkan.
Perbuatan buruk orang tua Arie Hanggara yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian, sudah pantas jika dijatuhkan hukuman oleh pengadilan Negeri Jakarta Pusat supaya perbuatannya itu dapat diperbaiki dan sekaligus merasakan penderitaan anaknya.3. Perbuatan buruk para pejabat pada zaman orde lama dituliskan oleh seniman Rendra dalam puisinya “bersatulah pelacur – pelacur kota Jakarta”, perbuatan buruk yang merendahkan derajad kaum wanita tidak lebih dari pemuas nafsu seksual. Kaya Rendra ini dipandang sebagai salah satu usaha memperbaiki nasib buruk itu dengan mengkomunikasikannya kepada masyarakat termasuk pejabat dan pelacur ibu kota itu.


Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya pun dapat menimbulkan bagi penderitaan bagi manusia yang lainnya. Tetapi kebanyakan manusia tidak menyadari karena perbuatannya lah yang menimbulkan penderitaan pada manusia yang lainnya. Kebanyakan manusia baru menyadari kesalahannya ketika bencana yang menimbulkan penderitaan bagi manusia yang lainnya itu sudah terjadi. Contohnya :1. Musibah banjir dan tanah longsor di lampung selatan bermula dari penghunian liar di hutan lindung, kemudian dibabat menjadi lahan tandus dan gundul oleh manusia – manusia penghuni liar itu. Akibatnya beberapa jiwa jadi korban banjir, ratusan rumah hancur, belum terhitung lagi jumlah ternak dan harta benda yang hilang / musnah. Segenap lapisan masyarakat, pemerintah dan ABRI bekerja sama untuk membebaskan para korban dari penderitaan yang mereka derita itu.


Perbuatan Lalai, mungkin kurang control terhadap tangki – tangki penyimpanan gas – gas beracun dari perusahaan “Union Carbide” di India. Gas – gas beracun dari tangki penyimpanan bocor memenuhi dan mengotori daerah sekitarnya, mengakibatkan ribuan penduduk penghuni daerah itu mati lemas, dan cacat fisik. Inilah penderitaan manusia karena perbuatan lalai dari pekerjaan atau pimpinan perusahaan itu. Ia bertanggung jawab untuk memulihkan penderitaan manusia disitu.

3. Siksaan

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbulah penderitaan.
Didalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang  – orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim dan sebagainya. Antara lain, ayat 40 surat Al-Ankabut menyatakan “Maka masing – masing (mereka itu) Kami azab karena dosa – dosanya, diantara mereka ada yang Kami timpakan  kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. ALLAH sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri”.

4. Kekalutan Mental

Pengertian kekalutan mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat mendapat kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan mental dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang tersebut. Dengan mental yang jatuh tersebut tak jarang membuat orang yang mengalami kejatuhan mental menjadi tak waras lagi atau gila. Karena itu orang yang mengalami kejatuhan atau kekalutan mental seharusnya mendapat dukungan moril dari orang-orang dekat di sekitarnya seperti orangtua, keluarga atau bahkan teman-teman dekat atau teman-teman pergaulannya. Hal tersebut dibutuhkan agar orang tersebut mendapat semangat lagi dalam hidup.
Tahapan-tahapan gangguan jiwa adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik
jasmani maupun rohaninya.
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga
cara bertahan dirinya salah, pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan
bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak
menekan perasaannya.
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan
mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
1. Kepribadian yang lemah
2. Terjadinya konflik sosial budaya
3. Cara pematangan batin,
Bentuk frustrasi antara lain :
1. Agresi
2. Regresi
3. fiksasi
4. Proyeksi
5. Identifikasi
6. Narsisme
7. Autisme
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. Kota-kota besar
2. Anak-anak muda usia
3. Wanita
4. Orang yang tidak berguna
5. Orang yang terlalu mengejar materi
4  Penderitaan Dan Perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah mahluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.
5. Penderitaan media Masa dan Seniman

Bagi media masa dan seniman penderitaan dibuat melalui karya sastra yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat sehingga ikut merasakan penderiaan tersebut. Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya.Penderitaan yang terjadi di seluruh dunia merupakan salahs atu obyek sasaran media massa untuk membuat berita,kemudian akan sampai ke seluruh penjuru masyarakat termasukpara seniman yang kemudian akan mengapresiasikan rasasimpatinya melalui karya seni.

Mensejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia. Penciptaan bom atom, reaktor nuklir, pabrik senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan manusia. Hal ini sudah terjadi seperti bom atom di Hirosyima dan Nagasaki, kebocoran reaktor nuklir di Unisovyet, kebocoran gas beracun di India. Penggunaan peluru kendali dalam perang Irak.

Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, meletusnya gunung Galunggung, perang Irak dan Iran.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak yang bernama Arie Hanggara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul Arie Hanggara.

6. Penderitaan dan sebab-sebabnya

Penderitaan terjadi oleh beberapa faktor diantaranya penderitaan merupakan akibat dari kelalaian kita misalkan pada saat memasak kita lupa mematikan kompor yang membuat terjadinya kebakaran, hal ini bisa terjadi di lingkungan kita yang kurang memperhatikan rasa disiplin dalam rumah. Meskipun hal ini kelihatnnya mudah tapi banyak sekali dari kita yang kurang memperhatikan. Selain memberikan penderitaan kepada diri sendiri atas musibah tersebut orang lain juga ikut menderita apabila rumahnya ikut hangus terbakar dan ini memberikan rasa penyesalan yang mendalam bagi si pelaku dan dapat menimbulkan phobia yang mendalam terhadap api.

Selanjutnya penderitaan yang terjadi akibat pengaruh alam misalnya letusan gunung merapi yang ada di Yogyakarta. Yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa dalam peristiwa tersebut selain itu mereka semua kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan mereka. Disini kita sebagai manusia yang bertakwa harus selalu sadar bahwa Tuhan tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannnya oleh karena itu kita harus merasa bersyukur atas apa yang menimpa kita sekalipun itu adalah sebuah bencana, mungkin dibalik ini semua ada hikmah yang kita dapat peroleh. 

Kemudian penderitaan yang disebabkan oleh orang lain. Sebab ketiga ini merupakan jenis penderitaan yang paling sulit. Seorang penguasa tiran, tetangga yang mengganggu, anak yang membangkang, musuh yang tak berbelas kasih, bawahan yang kurang disiplin, atasan pembual, pelanggan yang curang, mitra kerja yang menelikung, pasangan yang menyiksa, hakim yang tidak fair merupakan contoh-contoh yang dapat diberikan dalam masalah ini. Seseorang harus menderita seluruh masalah ini, suka atau tidak suka, terkadang tanpa kesalahan yang dilakukan olehnya.

7. Pengaruh Penderitaan

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam – macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.


Selasa, 26 Maret 2013

SISTEM NAVIGASI PERSONAL BERBASIS SENSOR MEMS ( Micro Electro-Mechanical System)


Sistem navigasi merupakan suatu cara yang digunakan untuk menentukan posisi dan arah perjalanan dari keadaan awal. Saat ini, muncul berbagai penelitian untuk menciptakan sistem navigasi yang diterapkan pada manusia. Beberapa sensor dengan tingkat akurasi yang cukup memadai dalam mengenali pergerakan manusia dibutuhkan untuk mendapatkan informasi posisi dan arah perjalanan. Sensor percepatan dengan teknologi Micro Electro Mechanical System (MEMS) dapat menjadi solusi alternatif untuk mengestimasi pergerakan manusia tersebut, dengan menggunakan metode Pedestrian Dead Reckoning (PDR).
Melihat kenyataan tersebut, maka pada tugas akhir ini akan dibuat suatu sistem navigasi personal bagi pejalan kaki dengan menggunakan sensor yang berteknologi MEMS. Sistem ini akan mendeteksi jumlah langkah kaki dengan menggunakan sensor accelerometer H48C, kemudian panjang langkah kaki setiap step diketahui melalui nilai input rata-rata panjang satu langkah kaki. Kompas digital CMPS03 akan digunakan untuk mengetahui arah pergerakan terhadap medan magnet bumi, yang diupdate setiap terdeteksi satu langkah kaki.
1. Latar Belakang

Penggunaan Global Positioning System (GPS) telah berkembang sebagai alat yang tepat sebagai sistem navigasi diluar ruangan (outdoor). Ada beberapa kelemahan atau keterbatasan GPS, terutama dalam wilayah perkotaan, diantaranya adalah sinyal yang hilang karena terhalang oleh bangunan atau pergerakan manusia, dan adanya pelemahan sinyal. GPS juga tidak tepat bila digunakan didalam ruangan (indoor), padahal suatu sistem navigasi yang diimplementasikan pada manusia diharapkan dapat digunakan dimana saja, indoor maupun outdoor.
Kemajuan dalam bidang komputasi, komunikasi, dan kemampuan sensor bermunculan sebagai prasarana utama dalam hal mobile computing. Ratusan bahkan ribuan sensor dalam ukuran kecil, dengan harga terjangkau, dan sumber daya yang kecil dapat dengan cepat digunakan untuk memonitoring keberadaan seseorang. Hal tersebut merupakan syarat yang diperlukan untuk membuat suatu sistem navigasi yang portabel. Salah satunya, dalam beberapa tahun terakhir ini muncul penelitian mengenai sistem berbasis Accelerometer berteknologi MEMS (Micro Electro Mechanical Systems) yang digunakan sebagai sistem navigasi personal.
Oleh karena itu pada tugas ini akan dikembangkan salah satu pengaplikasian sensor berteknologi MEMS yaitu Accelerometer H48C dan kompas digital yang akan dipasang di sepatu pejalan kaki. Informasi yang akan didapatkan dari sistem ini adalah jumlah langkah dan posisi pejalan kaki. Dengan aplikasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif sistem navigasi personal bagi para pejalan kaki atau untuk pengembangan lebih lanjut dapat digunakan untuk mengkompensasi beberapa kelemahan sistem navigasi dengan menggunakan GPS.
2. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam tugas ini adalah merancang dan membuat sistem instrumentasi accelerometer dan kompas digital sebagai salah satu komponen navigasi personal untuk mendeteksi langkah kaki manusia serta mengetahui posisi dan jarak dari posisi awal berbasis Mikrokontroller ATMega 8535

3. Pembatasan Masalah
Dalam pembuatan Tugas Akhir ini penulis membatasi permasalahan sebagai berikut :
1. Sensor accelerometer yang digunakan memiliki 3 derajat kebebasan.
2. Pembuatan sistem navigasi ini menggunakan sensor accelerometer sebagai pendeteksi langkah kaki dan kompas digital untuk mengetahui posisi.
3. Dalam pengujian sistem pendeteksi langkah kaki ini hanya digunakan untuk penulis dan dalam medan yang keadaan tanahnya rata.
4. Langkah kaki yang terdeteksi hanya untuk langkah kaki maju dan dalam kecepatan normal.

5. Tidak membahas secara mendetail rangkaian
di dalam sensor accelerometer.
6. Sistem monitoring yang digunakan adalah
laptop dengan bantuan program Microsoft
Visual C#.




Kamis, 31 Januari 2013

Berpegang Teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah

Sebagai orang yang mengaku beragam Islam, wajib atas kita berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah Nabi. Karena hanya 2 hal tersebut yang diwariskan nabi kita Muhammad  SAW kepada kita semua sebagai umat Islam. Kalau kita berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah Nabi dijamin tidak akan pernah sesat.

Sabda Rasulullah saw: "Aku meninggalkan kalian dua hal. Jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu Kitab Alloh dan Sunnah NabiNya" (Hadits Riwayat Malik)

Dari hadits di atas sudah jelas bahwa Nabi Muhammad SAW sudah memberikan batasan yang jelas dalam menjalankan perintah Allah SWT dan dalam menjauhi larangan-Nya. Batasan-batasan dalam hal ibadah maupun dalam kehidupan bermasyarakat sudah pasti. Untuk hal ibadah harus ada tuntunannya dalam Al Qur'an ataupun Sunnah Nabi. Ibadah jika tanpa didasari ilmu agama yang berdasar pada Al Qur'an dan Sunnah Nabi akan tertolak bahkan termasuk bentuk kesesatan. Ibadah yang tidak didasari ilmu agama yang berdasar pada Al Qur'an dan Sunnah Nabi ini maksudnya adalah suatu ibadah baru yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat-sahabatnya. Sebaik-baik ibadah adalah ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah, sedangkan kita yang membuat-buat ibadah baru atau melakukan ibadah-ibadah yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah  berarti kita menganggap apa yang dicontohkan oleh Rasulullah tersebut kurang sempurna dan kita merasa lebih pandai dari beliau. Sedangkan untuk urusan duniawai dalam kehidupan bermasyarakat nabi kita menyerahkan pada umatnya karena untuk urusan duniawi ini akan terus berubah sesuai perkembangan jaman. Jadi semua urusan duniawi boleh dilakukan selama tidak ada larangannya dalam Al Qur'an maupun dalam Sunnah Nabi.

"Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak." (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Dari Jabir bin Abdillah berkata : Jika Rasulullah berkhutbah maka merahlah kedua mata beliau dan suara beliau tinggi serta keras kemarahan (emosi) beliau, seakan-akan beliau sedang memperingatkan pasukan perang seraya berkata "Waspadalah terhadap musuh yang akan menyerang kalian di pagi hari, waspadalah kalian terhadap musuh yang akan menyerang kalian di sore hari !". Beliau berkata, "Aku telah diutus dan antara aku dan hari kiamat seperti dua jari jemari ini", Nabi menggandengkan antara dua jari beliau yaitu jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau berkata : "Kemudian daripada itu, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Al-Qur'an dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang baru dan semua bid'ah adalah kesesatan"
(HR Muslim no. 2042)

"Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran  dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". [QS. An-Nisaa' : 170)

Dalam berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah ini seringkali kita mendapat banyak tentangan dari masyarakat, tapi anehnya yang menentang juga orang Islam sendiri. Padahal Tuhannya sama (Allah SWT), kitabnya sama (Al Qur'an), nabinya juga sama (Muhammad SAW) tapi kalau ada yang mengamalkan hasil kaji dari Al Qur'an dan Sunnah Nabi justru banyak dimusuhi masyarakat. Banyak sekali di berbagai daerah kalau ada pengajian yang mengajarkan Al Qur'an dan Sunah seringkali didemo dan dibubarkan oleh orang Islam sendiri dengan alasan tidak sesuai dengan tradisi mereka. Karena tidak sesuai dengan tradisi mereka itu lalu dianggapnya menghina dan melecehkan mereka.

Amalan ibadah sebaik apapun kalau tidak dituntunkan dalam Al Qur'an dan Sunnah Nabi harus kita tinggalkan, karena ibadah yang dianggap baik itu belum tentu benar. Benar itu bukan berdasar atas utak atik akal manusia, akan tetapi benar itu dari Allah SWT. Kalau kita mengaku orang Islam, dalam menanggapi tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam seharusnya tradisi tersebut yang harus mengikuti ajaran Islam, bukan sebaliknya, ajaran Islam yang harus disesuaikan dengan tradisi nenek moyangnya. Bahkan banyak tradisi-tradisi yang dikemas seolah-olah itu dari ajaran Islam dan dilakukan secara turun temurun. Hal ini bukan baru sekarang, sejak masa Nabi Muhammad SAW pun sudah demikian, seperti yang difirmankan Allah SWT berikut ini :

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang telah Diturunkan Allah," mereka menjawab, "(Tidak!) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya)." Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk. [Q.S. Al-Baqarah : 170]

"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (115)

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)". (116)

"Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk". (117) [QS. Al-An'aam : 115-117]

Berpegang Teguh Pada Al-Qur'an dan Sunnah di Tengah Kerusakan Ummat
Di tengah-tengah kerusakan ummat ini kita harus selalu membentengi diri dengan tetap berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah. Kerusakan ummat di negeri kita tidak hanya dialami oleh kalangan tertentu saja tapi di berbagai kalangan masyarakat bisa terjangkit berbagai penyakit, bukan penyakit fisik, tetapi moralnya yang sakit. Terbukti dengan korupsi yang semakin merajalela, tindakan-tindakan kriminal hampir setiap hari bisa kita saksikan di televisi-televisi maupun di media-media cetak, perzinaan yang semakin terang-terangan bahkan perzinaan ini dilegalkan dengan pemberian ijin terhadap lokalisasi. Bahkan yang lagi hangat-hangatnya, perzinaan ini didukung dengan adanya proyek pembagian kondom gratis. Untuk itu mari kita bentengi diri dan keluarga kita dengan tetap berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah Nabi.

"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". [QS. Al-Maaidah : 105]

Dari Abu Umayyah Asy-Sya'baniy, ia berkata : Saya pernah bertanya kepada Abu Tsa'labah Al-Khusyaniy, aku bertanya, "Hai Abu Tsa'labah, bagaimana pendapatmu tentang ayat ini ?". Abu Tsa'labah balik bertanya, "Ayat yang mana ?". Aku berkata, "Yaitu firman Allah Ta'aalaa "Yaa ayyuhalladziina aamanuu 'alaikum anfusakum laa yadlurrukum man dlolla idzahtadaitum" - Al-Maaidah : 105". Abu Tsa'labah berkata, "Demi Allah, sungguh kamu menanyakan sesuatu yang aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah SAW", beliau bersabda, "Tetapi hendaklah kalian amar ma'ruf dan nahi munkar, sehingga apabila kamu melihat kebakhilan ditha'ati, hawa nafsu diikuti, keduniaan telah mewarnai, dan orang bangga dengan pendapatnya, maka wajib atasmu (yakni menjaga dirimu), tinggalkanlah keumuman orang, karena akan datang di belakang kalian hari-hari yang shabar pada waktu itu seperti orang yang menggenggam bara api. Bagi orang yang melakukan (amar ma'ruf nahi munkar) di tengah-tengah mereka pada hari itu akan mendapat pahala lima puluh orang yang beramal seperti kalian". 'Abdullah bin Mubarak berkata : Dan menambahkan kepadaku selain 'Uqbah, ada yang bertanya, "Ya Rasulullah, apakah pahala lima puluh orang dari kami atau dari mereka ?". Beliau menjawab, "Pahala lima puluh orang dari kalian". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 323, no. 5051]

Dari Abu Umayyah Asy-Sya'baniy, ia berkata : Saya pernah bertanya kepada Abu Tsa'labah, aku bertanya, "Hai Abu Tsa'labah, bagaimana pendapatmu tentang ayat 'alaikum anfusakum ? - Al-Maaidah : 105". Ia berkata, "Demi Allah, sungguh kamu menanyakan sesuatu yang aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah SAW", beliau bersabda, "Tetapi hendaklah kalian amar ma'ruf dan nahi munkar, sehingga apabila kamu melihat kebakhilan ditha'ati, hawa nafsu diikuti, keduniaan telah mewarnai, dan orang bangga dengan pendapatnya, maka wajib atasmu (yakni menjaga dirimu), tinggalkanlah keumuman orang, karena akan datang di belakang kalian hari-hari keshabaran. Shabar pada waktu itu seperti orang yang menggenggam bara api. Bagi orang yang melakukan (amar ma'ruf nahi munkar) di tengah-tengah mereka pada hari itu akan mendapat pahala lima puluh orang yang beramal seperti dia". Perawi berkata : Dan menambahkan kepadaku selain dia, ia berkata, "Ya Rasulullah, apakah pahala lima puluh orang dari mereka ?". Beliau menjawab, "Pahala lima puluh orang dari kalian". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 123]

Dari Hudzaifah bin Yaman, ia berkata : Dahulu orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan, sedangkan saya bertanya kepada beliau tentang keburukan, karena khawatir kalau keburukan itu akan menimpa saya. Saya bertanya, "Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada di masa jahiliyah dan dalam keburukan, lalu Allah mendatangkan kebaikan ini kepada kami, maka apakah setelah kebaikan ini akan ada lagi keburukan ?". Nabi SAW menjawab, "Ya". Saya bertanya lagi, "Dan apakah setelah keburukan itu akan ada lagi kebaikan ?". Nabi SAW menjawab, "Ya". Dan padanya ada asap kelabu (percampuran yang baik dan yang buruk). Saya bertanya, "Apa itu yang dimaksud asap ?". Nabi SAW menjawab, "Ada suatu kaum yang memakai petunjuk bukan dengan petunjukku, kamu mengenal mereka dan mengingkarinya". Saya bertanya, "Apakah setelah kebaikan itu ada lagi keburukan ?". Nabi SAW menjawab, "Ya, yaitu orang-orang yang menyeru ke pintu-pintu Jahannam. Barangsiapa yang menyambut seruan mereka (mengikutinya), maka mereka akan melemparkannya ke Jahannam". Saya bertanya lagi, "Ya Rasulullah, terangkanlah sifat-sifat mereka kepada kami". Nabi SAW bersabda, "Mereka adalah orang-orang dari daging kulit kita sendiri, dan mereka berbicara dengan lisan kita". Saya bertanya lagi. "Lalu apa yang engkau perintahkan kepada saya jika saya mendapati yang demikian itu ?". Beliau bersabda, "Tetaplah kamu menetapi jama'ah muslimin dan imam mereka". Saya bertanya lagi, "Jika tidak ada jama'ah muslimin dan imam (lalu bagaimana) ?". Beliau bersabda, "Tinggalkanlah firqah-firqah itu semuanya, meskipun kamu harus menggigit akar-akar pohon sehingga mati menjemputmu, sedangkan kamu dalam keadaan demikian itu". [HR. Bukhari juz 4, hal. 178]

Dari Abu Sa'id Al-Khudriy, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Sungguh kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka memasuki lubang biawak, kalian tetap mengikutinya". Kami (shahabat) bertanya, "Ya Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nashrani ?". Beliau bersabda, "Lalu, siapa lagi ?". [HR. Bukhari juz 8, hal. 151]

Dari Abu Sa'id Al-Khudriy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka memasuki lubang biawak, kalian tetap mengikutinya". Kami (shahabat) bertanya, "Ya Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nashrani ". Beliau bersabda, "Lalu, siapa lagi ?". [HR. Muslim juz 4, hal. 2054]

Dari Tsauban, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Akan selalu ada segolongan dari ummatku yang menampakkan kebenaran. Tidak akan memudlaratkan kepada mereka orang yang menentangnya, sehingga Allah mendatangkan perintah-Nya, sedangkan mereka tetap demikian itu". [HR. Muslim juz 3, hal. 1523, no. 170]

Dari Mu'awiyah, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Selalu ada segolongan dari ummatku yang menegakkan perintah Allah, tidak akan memudlaratkan kepada mereka orang yang menentangnya atau menyelisihinya, sehingga datang keputusan Allah dan mereka tetap ada di tengah-tengah manusia". [HR. Muslim juz 3, hal. 1524, no. 174]

Dari 'Abdullah bin Mas'ud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Islam itu bermula asing, dan akan kembali asing sebagaimana semula, maka berbahagialah orang-orang yang asing". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 129, no. 2764]

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Islam itu bermula asing, dan akan kembali asing sebagaimana semula asing. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing". [HR Muslim juz 1, hal. 130]

Dari Sahl bin Sa'd As-Saa'idiy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Islam itu bermula asing, dan akan kembali asing, maka berbahagialah orang-orang yang asing". Para shahabat bertanya, "Siapakah orang yang asing itu ya Rasulullah ?". Beliau bersabda, "Yaitu orang-orang yang memperbaiki ketika manusia dalam keadaan rusak". [HR. Thabrani dalam Al-Kabir juz 6, hal. 164, no. 5867]



Peran Aktivasi Otak Tengah dalam Meningkatkan Prestasi Belajar

Pendidikan Agama Islam di Sekolah semestinya menjadi kontrol moral dan akhlaq. Faktanya, Pendidikan Agama Islam belum cukup efektif memberikan dampak bagi perbaikan moralitas masyarakat. Kondisi ini mengundang banyak kritik terkait berbagai hal menyangkut Pendidikan Islam; materi, kurikulum, dan metodologi maupun lainnya.


Di saat masyarakat mengalami krisis kepercayaan terhadap Mata Pelajaran PAI sebagai instrument kendali moral dan akhlaq, kini masyarakat diperkenalkan munculnya beberapa lembaga training yang menawarkan program metode belajar Aktivasi Otak tengah (AOT). Di antaranya adalah Mid-Brain Consultancy (MBC) Indonesia. Lembaga ini sangat gigih menjanjikan masyarakat bahwa dengan hanya dua hari, secara instan bisa merubah akhlaq atau karakter anak menjadi lebih baik.

Lebih dari itu, program ini menjanjikan peningkatan kecerdasan anak secara berlipat dari sebelumnya. Tawaran ini tentu sangat menggiurkan bagi orang tua siswa yang memiliki komitmen tinggi menyiapkan SDM anak secara maksimal. Walaupun harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk mengikuti program tersebut.

Berangkat dari latar belakang masalah tersebut, maka peneliti mengambil permasalahan tentang bagaimana metode aktivasi otak tengah yang diselenggarakan oleh Mid-Brain Consultancy (MBC) Indonesia, Bagaimana tingkat keberhasilan aktivasi otak tengah dalam meningkatkan prestasi belajar PAI, serta bagaimana dampak aktivasi otak tengah terhadap karakter anak-anak yang sudah teraktivasi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun metode pengumpulan datanya adalah: wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah dalam teknik analisis data meliputi, pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi

Menjadi Wanita Pengukir Sejarah

Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, Ia tak hanya menyuruh mereka untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan quwwah yang bermakna jiddiyah, kesungguhan-sungguhan, totalitas, mengerahkan segala daya dan upaya yang dimilikinya, baik ruhiyah, jasadiyah, maknawiyah.
Sebaik-baik bacaan adalah Al Qur’an. Sebaik-baik buku adalah sejarah. Dan sebaik-baik sejarah adalah sirah. Belajar sirah berarti menyebarluaskan Al Qur’an, karena dua pertiga bagian dari Al Qur’an berisi tentang kisah-kisah.
Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad. Merekalah sumber inspirasi, sumber motivasi dan sumber ilmu untuk belajar.
Khadijah bintu Khuwailid ra, istri Rasulullah saw sekaligus wanita pertama yang membenarkan pengangkatan Muhammad saw sebagai nabi dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Semenjak masa nubuwah, dia pulalah orang pertama yang shalat bersama Rasulullah saw dan ‘Ali bin Abi Thalib ra. Dukungan dan pertolongan Khadijah ra kepada Rasulullah saw dalam menghadapi kaumnya terus mengalir. Bahkan, setiap kali Rasulullah mendengar sesuatu yang tidak beliau sukai dari kaumnya, beliau menjumpai Khadijah ra. Lalu Khadijah pun menguatkan hati beliau, meringankan beban yang beliau rasakan dari manusia. Sejarah Khadijah adalah kegemilangan seorang muslimah mandiri, cerdas, istri terbaik, ibu terbaik, dan ketika dakwah turun, ia menjadi kontributor dakwah nomor satu.
Aisyah binti Abu Bakar ra, adalah cendekiawan nomor satu yang menjadi rujukan para sahabat setelah Rasul meninggal. Ia mereguk ilmu dari kehidupan dua manusia terbaik, Rasulullah Muhammad dan Abu Bakar. Wanita yang satu ini memang luar biasa. Bahkan, ia tak hanya cantik lahirnya, sopan tutur katanya, dan lembut perilakunya, tetapi juga dikenal sebagai wanita yang smart (cerdas) dan pandai sehingga menjadikannya termasuk al-mukatsirin (orang yang terbanyak meriwayatkan hadis).  Beliau telah meriwayatkan sebanyak 2210 hadits, 297 di antaranya tersebut dalam kitab shahihain dan yang mencapai derajat muttafaq `alaih 174 hadis.
Fatimah ra, istri Ali ra, putri kesayangan Rasulullah, mengisi seluruh lembaran hidupnya dengan bekerja keras.  Dalam satu waktu, Fatimah sanggup mengolah tepung dengan tangannya, sambil kakinya membuai Husain, mulutnya membaca Alquran, dan matanya menangis karena takut kepada Allah SWT.  Seandainya hidupnya lebih panjang, dan ada peluang untuk melakukan lebih banyak pekerjaan, niscaya akan dihadapinya dengan tegar dan ceria.
Zainab Binti Jahsyi, perajin kulit yang lebih menyukai uang hasil bekerjanya untuk sedeqah. Asma’ binti Abu Bakar, mengurus kebun dan kuda milik suaminya. Nusaibah binti Ka’ab, ahli pedang yang melindungi Rasul mati-matian di perang Uhud. Asma’ binti Jazid, jubir kaum muslimah yang menanyakan langsung “persepsi deskriminasi jihad” kepada Rasul.
Seharusnyalah kisah-kisah tersebut menjadi ibrah bagi kita dan semakin meneguhkan hati kita. Orang-orang yang beristiqomah di jalan Allah akan mendapatkan buah yang pasti berupa keteguhan hati. Bila kita tidak kunjung dapat menarik ibrah dan tidak semakin bertambah teguh, besar kemungkinannya ada yang salah dalam diri kita. Seringkali kurangnya jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dalam diri kita membuat kita mudah berkata hal-hal yang membatalkan keteladanan mereka atas diri kita. Misalnya: “Ah itu kan Nabi, kita bukan Nabi. Ah itu kan istri Nabi, kita kan bukan istri Nabi”. Padahal memang tanpa jiddiyah sulit bagi kita untuk menarik ibrah dari keteladanan para Nabi, Rasul dan pengikut-pengikutnya.
Contohlah generasi terbaik di masa lalu, engkau tidak akan kecewa. Hadirkan kepemimpinan, kecerdasan, dan kepribadian sholeh mereka pada diri kita kini dan disini, maka masyarakat akan menyaksikan Islam berjaya kembali. Begitulah kalimat yg pernah diucapkan ‘seorang’ Helen (orang spanyol pada masa Perang salib, yang terkagum-kagum pada kepemimpinan dan kepribadian sang panglima. Ia bersama sekitar 10 ribu orang kemudian memeluk Islam. Pasalnya, seluruh tawanan yang ditaklukan Shalahudin al-ayyubi dan pasukannya memperlakukan mereka dengan ‘sangat beradab’ tidak seperti yang digambarkan oleh opini ketika itu bahwa masyarakat Islam adalah bangsa Barbar yang kasar dan tidak beradab. Helen mencari-cari suami dan anaknya yang terpisah, kemudian Sang Panglima yang mempertemukan mereka padahal ketika itu suami Helen sebagai tawanan) di spanyol pada saat menyaksikan kemenangan Shalahudin al-ayyubi ” aku melihat Islam pada diri sang panglima”.
Dari kisah-kisah di atas, tampak bahwa wanita dengan segala kelebihannya mampu berperan penting dalam perjalanan dakwah di masa Rasulullah Saw. Bagaimana para shahabiyah hidup bersama Rasulullah, sehingga mereka termasuk orang-orang yang istimewa. Apapun itu, yang pasti, motivasi mereka adalah memberikan yang terbaik di hadapan Allah dan Rasul-Nya.
Lalu, mengapakah kita tidak mencontoh mereka? Lihatlah Sumayyah, darinya, kita belajar aqidah. Dari Maryam kita belajar bagaimana memelihara kehormatan diri. Saat ini Islam membutuhkan wanita-wanita yang memiliki semangat seperti Khadijah, ‘Aisyah, Fathimah, dan para shahabiyah lain untuk memperbaiki umat dan bangsa yang tengah meradang. Dan tentunya kita juga masih ingat sosok seorang almarhumah ibunda Yoyoh Yusroh, semasa hidupnya, beliau selalu mengejar amalan, sehingga tak heran ketika Allah memberikan anugerah kepada beliau berupa nikmatnya kematian.
Cerdaskan diri, ukir sejarah kehidupan yang baik. Semakin cerdas seorang ibu, semakin banyak yang diwariskan kepada anak. Kalimat-kalimat yang keluar dari mulut seorang ibu, akan menggerakkan anak, apalagi jika kalimat itu adalah kalimat yang penuh visi. Jadilah wanita pengukir sejarah di hadapan Allah.
Manusia adalah anak lingkungannya. Ia juga makhluk kebiasaan yang sangat terpengaruh oleh lingkungannya dan perubahan besar baru akan terjadi jika mereka mau berusaha.
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai mereka berusaha merubahnya sendiri”. (QS Ar Ra’du : 11)


Sarana-Sarana yang Berbahaya: Tidur Berlebihan dan Larut dalam Permainan dan Kebatilan


Di antara sarana pengisi waktu kosong ada yang memilki pengaruh negatif dan menghambat pendidikan diri. Di antara sarana tersebut adalah:
a. Tidur berlebihan
b. Larut dalam permainan dan kebatilan
Berikut ini saya sebutkan dampak kedua sarana tersebut terhadap pendidikan diri:
a. Tidur secara berlebihan
    Sebagian orang mengira bahwa tidur dan menambah posisi tidur merupakan bukti pemberian hak istirahat bagi diri sendiri, padahal tindakan ini justru membahayakan diri sendiri. Diantara bahayanya, tidur dapat membuat seseorang tidak melakukan banyak pekerjaan yang bermanfaat, dan memperkecil kesempitan pemanfaatan waktu kosong yang seyogianya digunakan untuk hal-hal yang memberinya manfaat dan kebaikan. Orang yang banyak tidur, pasti banyak merugi.
    Berbagai kajian dan penelitian menunjukkan pentingnya mempersedikit porsi tidur. Dr. Hamdi mengatakan “Para dokter berpendapat bahwa orang yang membatasi waktu tidurnya lebih energik dan lebih dari delapan jam! Hal itu karena orang yang suka tidur biasanya memiliki  sifat gelisah, introfert, terasing, cemas, cenderung impotent, rusak syaraf, bimbang, mudah terpengaruh oleh sebab yang paling sepele, dan pesimis. Sebagaimana mereka biasanya tidak menyikapi masalah pribadi mereka secara serius. Karena itu, mereka suka tidur dan seolah-olah mereka lari dari kehidupan, dan berbagai masalahnya.” Jadi, banyak tidur dianggap sebagai tindakan lari dari realitas. Padahal kehidupan ini hanyalah beberapa jam yang digunakan untuk menghadapi realitas ini, perjuangan melawan nafsu dan mengarahkannya kepada yang lebih baik. Hamdi juga mengatakan, “Sebagaimana berbagai kajian para peneliti membuktikan bahwa orang-orang yang tidur singkat lebih biasa merasakan tidur nyenyak daripada orang-orang yang tidur lebih banyak dari ukuran yang normal.. Jadi, banyak tidur itu tidak sehat, sedangkan tidur minimal itu dapat menjadi obat.”
    Karena itu, hendaknya setiap orang melakukan instrospeksi diri berkaitan dengan ukuran tidurnya. Masalahnya adalah pembiasan, sebagaimana jiwa cenderung kepada apa yang telah menjadi kebiasaanya. Di antara waktu yang dilalaikan banyak orang dan diisinya dengan tidur adalah waktu setelah shalat subuh. Itupun bila mereka tidak tidur sehingga meninggalkan shalat subuh, dan tidak bangun kecuali setelah matahari terbit. Waktu ini termasuk waktu yang diberkahi dimana rezki materi dan spiritual dibagikan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memotivasi kita untuk mencari ilmu dan rezki sejak dini, karena beliau mengetahui adanya kebaikan dan keberkahan pada waktu pagi. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Waktu pagi diberkahi bagi umatku.” (HR Thabrani).
    Sebagaimana sahabat agung Shakhar bin Wadalah al-Ghamidi meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau berdoa, “Ya Allah, berkahilah waktu pagi bagi umatku.” Ia berkata, “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus sebuah pasukan, maka beliau mereka di pagi hari.” Sahabat ini memetik manfaat dari hadits tersebut. Sebagai seorang pedagang, ia biasa mengirim dagangannya di pagi hari sehingga ia memperoleh banyak kekayaan. Karena pekerjaan di pagi hari dapat mendatangkan kebaikan, memperbanyak keuntungan, dan menambah kesempurnaan amal, maka usaha seseorang untuk tidak tidur pada waktu yang diberkahi itu membuatnya dapat memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat baginya dan ikut andil dalam mendidik dan membersihkan sirinya sendiri.

b. Larut dalam permainan dan kebatilan
    Di antara sarana yang berbahaya untuk mengisi waktu kosong dan menjauhkan dari pendidikan diri adalah larut dalam permainan dan kebatilan, khusunya terlalu mengikuti banyak mengikuti acara video, televisi, games. Ketiga sarana ini mudah, yaitu memikat para pemirsa dengan gambar-gambarnya yang menarik dan menggunakan teknik-teknik modern dalam penyiapan dan pelaksanannya. Meskipun demikian, program-program tersebut hanya memberi sedikit manfaat. Sayangnya, gambar-gambar televisi yang ditayangkan secara terus-menerus di hadapan pemirsanya itu menjadi batu sandungan bagi kemampuan kritisnya, sehingga gambar-gambar itu secara tidak sadar merasuki akalnya, dan menjadi hal-hal yang bisa diterima. Apabila seseorang secara terus-menerus dalam kondisi seperti ini, menerima setiap budaya dan tradisi yang disodorkan kepadanya, amka ia pada suatu hari akan kehilangan identitas dan kepribadiannya yang orisinil. Demikianlah, tampak bahwa televisi memiliki peran terbatas dalam pendidikan dan pengajaran. Marwan Kajak berkata, “ Bentuk pendidikan yang paling baik adalah pendidikan yang bersandar pada keterlibatan aktif..Sedangkan saat menonton televisi seseorang hanya menerima saja, tidak interaktif, dan tidak memungkinkannya melakukan sesuatu selain memfokuskan perhatian. Karena itu, informasi-informasi ini terus mengalir tetapi kita tidak berinteraksi sama sekali setelah itu. Kita tidak tahu dengan apa kita berinteraksi sama sekali setelah itu. Kita tidak tahu dengan apa kita berinteraksi. Dan ketika Anda menonton televisi, maka Anda telah melatih diri Anda untuk tidak berinteraksi, sedangkan dalam diri Anda berkembang aspek-aspek negatif.”
    Tidak itu saja, bahkan televisi dapat meruntuhkan dalam waktu singkat apa yang dijelaskan para pakar pendidikan guru selama bertahun-tahun. Dengan kata lain, televisi melakukan aktivitas pendidikan yang bertentangan dengan aktivitas-aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh masjid, sekolah, dan keluarga. Televisi, video dan games memiliki dampak negatif bagi jiwa manusia. Dampak-dampak ini terkadang tidak tampak secara langsung setelah selesai mengikuti program atau tayangan televisi, tetapi tampak setelah itu dalam jangka waktu yang lama. Marwan Kajak juga mengatakan, “Dipastikan bahwa dampak-dampak ini tidak datang secara langsung setelah informasi-informasi itu dituangkan ke dalam pikiran. Melainkan , ia muncul lama kemudian akibat penumpukan program-program lain yang mengakibatkan dampak-dampak yang bertumpuk, sehingga ia memainkan peran baru untuk memberi motivasi dari dalam  ke luar dalam bentuk perilaku gerak yang mengartikulasikan interaksi tak sadar, yang mengambil jalan masuk ke dalam jiwa dalam bentuk pemahaman-pemahaman yang menyatu dengan kepribadian sehingga menghasilkan sebagian ciri khas dan sasarannya.”
    Meskipun demikian, penulis berpandangan bahwa seandainya berbagai sarana informasi itu diarahkan, dan dimanfaatkan, kemudian berbagai program dan tayangannya diperbaiki sehingga sesuai dengan akidah, akhlak, dan nilai-nilai islami kita, asalkan tidak menyita seluruh waktu individu Muslim, maka banyak dampak negatifnya yang bisa dihilangkan, dan banyak yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang, termasuk pendidikan diri.

Pembangunan Industri, Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan Hidup

Memahami Masalah Lingkungan Dan Pencemaran Oleh Industri
Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup, karena permasalahannya yang bersamaan. Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. Ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi.
Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Teknologi yang dikembangkan dalam menunjang industri di Indonesia diharapkan akan menunjukan pertumbuhan ekonomi. Struktur suatu negara dapat dilihat dari berbagai sudut tinjauan. Dalam hal ini, struktur ekonomi dapat dilihat setidak-tidaknya berdasarkan empat sudut tinjauan, yaitu :
1. Tinjauan Makro-Sektoral
2. Tinjauan keruangan
3. Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan
4. Tinjauan birokrasi pengambil keputusan
Berdasarkan tinjauan Makro-sektoral sebuah perekonomian dapat berstruktur misalnya agraris, industrial, atau niaga tergantung pada sektor produksi apa yang manjadi tulang punggung perekonomian yang bersangkutan.
Berdasarkan tinjauan keruangan, perekonomian dapat dikatakan berstruktur. Tergantung pada wilayah tersebut dan teknologinya yang mewarnai kehidupan perekonomian itu.
Berdasarkan tinjauan penyelenggaraan kenegaraan, menjadi perekonomian yang etatis, egaliter, atau borjuis. Tergantung siapa atau kalangan mana yang manjadi peran utama dalam perekonomian yang bersangkutan. Bisa pula struktur ekonomi dapat dilihat berdasarkan tinjauan birokrasi pengambil keputusannya. Dengan sudut tinjauan ini, dapat dibedakan antara struktur yang sentralis dan destanslitis.
Sumber :
klikDOKTER.2008.Bahan logam berat dalam makanan.
http://www.klikdokter.com/healthnewstopics/read/2008/09/23/263/bahaya-logam-berat-dalam-makanan